<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sharing Station</title>
	<atom:link href="http://dandi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dandi.wordpress.com</link>
	<description>Just another Wordpress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Dec 2007 08:37:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dandi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sharing Station</title>
		<link>http://dandi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dandi.wordpress.com/osd.xml" title="Sharing Station" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dandi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Qurban Terbaik</title>
		<link>http://dandi.wordpress.com/2007/12/17/qurban-terbaik/</link>
		<comments>http://dandi.wordpress.com/2007/12/17/qurban-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 05:05:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dandi.wordpress.com/2007/12/17/qurban-terbaik/</guid>
		<description><![CDATA[Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban. Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku, dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan. Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dandi.wordpress.com&amp;blog=256278&amp;post=4&amp;subd=dandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font color="#000000"><font><font size="2">Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban.<br />
Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku,<br />
dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan.<br />
Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung<br />
hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak<br />
yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti,<br />
sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini<br />
tentang pengorbanan NabiAllah Ibrahim &amp; Nabi Ismail.<br />
Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi<br />
memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti.<br />
Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang,<br />
ukuran badannya besar melebihi kambing-kambing di sekitarnya.</font></font></font></p>
<p><font color="#000000"><font><font size="2">&#8221; Berapa harga kambing yang itu pak ?&#8221; ujarku menunjuk kambing coklat tersebut.<br />
&#8221; Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super dua juta rupiah tidak kurang&#8221; kata si pedagang berpromosi<br />
matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya.<br />
&#8221; Tidak bisa turun pak?&#8221; kataku mencoba bernegosiasi.<br />
&#8221; Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal&#8221; si pedagang bertahan.<br />
&#8221; Satu juta lima ratus ribu ya?&#8221; aku melakukan penawaran pertama<br />
&#8221; Maaf pak, masih jauh.&#8221; ujarnya cuek.</font></font></font></p>
<p><font color="#000000"><font><font size="2">Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah<br />
berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya.</font></font></font></p>
<p><font color="#000000"><font><font size="2">&#8221; Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?&#8221; kataku<br />
&#8221; Masih belum nutup pak &#8221; ujarnya tetap cuek<br />
&#8221; Yang sedang mahal kan harga minyak pak. Kenapa kambing ikut naik?&#8221;<br />
ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah.</font></font></font></p>
<p><font color="#000000"><font><font size="2">&#8221; Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang ke sini sendiri.<br />
Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan mobil bahan bakarnya bukan rumput&#8221;<br />
kata si pedagang meledek.</font></font></font></p>
<p><font color="#000000"><font><font size="2">Dalam hati aku berkata, alot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan harga selain<br />
yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku alihkan ke kambing lainnya<br />
yang lebih kecil dari si coklat. Lumayan bila ada perbedaan harga lima ratus ribu.<br />
Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban mobil.<br />
Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya.<br />
Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini selangit.</font></font></font></p>
<p><font color="#000000"><font><font size="2">&#8221; Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?&#8221; kataku kemudian<br />
&#8221; Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah&#8221; katanya</font></font></font></p>
<p><font color="#000000"><font><font size="2">Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek menanyakan<br />
harga kambing coklat Mega Super tadi.<br />
Meskipun pakaian &#8220;korpri&#8221; yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih terlihat segar.</font></font></font></p>
<p><font color="#000000"><font><font size="2">&#8221; Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?&#8221; katanya kagum<br />
&#8221; Dua juta tidak kurang tidak lebih kek.&#8221; kata si pedagang setengah malas menjawab<br />
setelah melihat penampilan si kakek.<br />
&#8221; Weleh larang men regane (mahal benar harganya) ?&#8221; kata si kakek dalam bahasa Purwokertoan<br />
&#8221; bisa di tawar-kan ya mas ?&#8221; lanjutnya mencoba negosiasi juga.<br />
&#8221; Cari kambing yang lain aja kek. &#8221; si pedagang terlihat semakin malas meladeni.<br />
&#8221; Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki (Aku mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini)<br />
Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas.&#8221; katanya tetap bersemangat seraya mengeluarkan bungkusan<br />
dari saku celananya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu di bukanya, enam belas lembar uang seratus ribuan<br />
dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya.<br />
&#8221; Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah ya mas?&#8221; lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.</font></font></font></p>
<p><font color="#000000"><font><font size="2">Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya sejak tadi.<br />
Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yang disodorkan si kakek,<br />
kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu.</font></font></font></p>
<p><font color="#000000"><font><font size="2">&#8221; Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah&#8221; si pedagang mengeluarkan selembar lima puluh ribuan<br />
&#8221; Ora ono ongkos kirime tho&#8230;?&#8221; (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si kakek seakan tahu uang yang diberikannya berlebih<br />
&#8221; Dua juta sudah termasuk ongkos kirim&#8221; si pedagang yg cukup jujur memberikan lima puluh ribu ke kakek<br />
&#8221; mau di antar ke mana mbah?&#8221; (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadi mbah)<br />
&#8221; Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisa ditabung lagi)&#8221; kata si kakek sambil menerimanya<br />
&#8221; tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat itu ya),<br />
sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman,<br />
takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe Pemda Pasir Mukti,<br />
&#8220;InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu).&#8221;</font></font></font></p>
<p><font color="#000000"><font><font size="2">Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya, si kakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua<br />
yang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trail milikku.<br />
Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetap dengan semangat.<br />
Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya berbalik ke arah berlawanan dalam pandanganku.<br />
Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol,<br />
sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya.<br />
Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulan oleh si kakek.<br />
Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiri dengan mewah,<br />
rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunan pegawai rendahan.<br />
Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku sebagai Manajer perusahaan swasta asing.<br />
Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi<br />
Yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup membeli seekor kambing Mega Super<br />
Yang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (motor gede) dan memilikinya<br />
Yang sanggup membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligus</font></font></font></p>
<p><font color="#000000"><font><font size="2">Tapi apa yang aku pikirkan?<br />
Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku<br />
yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku di dunia fana.<br />
Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali saat membelinya.</font></font></font></p>
<p><font color="#000000"><font><font size="2">Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia<br />
balikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur ini<br />
ke arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu<br />
subhanallah. .., maha suci allah dengan segala nikmatnya</font></font></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dandi.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dandi.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dandi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dandi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dandi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dandi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dandi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dandi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dandi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dandi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dandi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dandi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dandi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dandi.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dandi.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dandi.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dandi.wordpress.com&amp;blog=256278&amp;post=4&amp;subd=dandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dandi.wordpress.com/2007/12/17/qurban-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be1dd1c43cc523fd06fa3f88873e5453?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dundee</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terlambat Vs Tidak Sama Sekali</title>
		<link>http://dandi.wordpress.com/2007/12/15/terlambat-vs-tidak-sama-sekali/</link>
		<comments>http://dandi.wordpress.com/2007/12/15/terlambat-vs-tidak-sama-sekali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 04:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Email Server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dandi.wordpress.com/2007/12/15/terlambat-vs-tidak-sama-sekali/</guid>
		<description><![CDATA[Hari Sabtu&#8230;, hari dimana seharusnya aku sudah bisa meniggalkan ruangan kerjaku setelah jam 12 siang. Namun &#8220;Sabtu&#8221; kali ini berbeda padahal hari itu aku berencana untuk pulang ke kampung halaman. Aku harus menyelesaikan permasalahan seputar email serverku yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pukul 12.00 tepat aku bergegas untuk sholat dzuhur dan langsung menuju gambir untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dandi.wordpress.com&amp;blog=256278&amp;post=3&amp;subd=dandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Sabtu&#8230;, hari dimana seharusnya aku sudah bisa meniggalkan ruangan kerjaku setelah jam 12 siang. Namun <strong>&#8220;Sabtu&#8221;</strong>  kali ini berbeda padahal hari itu aku berencana untuk pulang ke kampung halaman. Aku harus menyelesaikan permasalahan seputar email serverku yang belum pernah terjadi sebelumnya.</p>
<p>Pukul 12.00 tepat aku bergegas untuk sholat dzuhur dan langsung menuju gambir untuk pulang kampung, setelah selesai sholat dzuhur tiba-tiba HP-ku bergetar dan ternyata itu no telepon kantor dan terdengar suara &#8220;Bosss, email server bermasalah&#8221; akhirnya dengan sedikit terpaksa aku balik ke kantor.</p>
<p>Biasanya hanya dengan  sedikit sentuhan sana-sini mail server sudah dapat berjalan normal, namun kali ini berbeda aku harus browsing untuk menyelesaikan masalah ini.</p>
<p>Kembali ke tempat kerja, buka paman google untuk membantu permasalahanku, waktu terus berjalan aku tetap ga bisa menemukan solusi permasalahnya hingga adzan magrib berkumandang.</p>
<p>Akhirnya aku memutuskan untuk meningstall ulang kembali mail servernya (Lotus Domino). Tak lupa backup database mailnya.  Permasalahan kembali muncul harddisk untuk backup tiba-tiba rusak, proses backup berjalan lambat, akhirnya aku termenung depan monitor di ruang server sendiri &#8220;tanpa jaket&#8221;, AC yang bergitu dingin tak terasa saking tegang dan pikiran ga tenang antara pulang dan menyelesaikan masalah. Namun alhamdulillah selesai sholat magrib aku menemukan solusi permasalahan tersebut dan ternyata solusinya cukup mudah aku pun tersenyum sendiri dan aku pun dapat mengambil hikmahnya bahwa &#8221; Sesuatu permasalahan itu harus diselesaikan dengan pikiran yang tenang, tidak terburu-buru dan tentunya biar cepat kita harus tahu ilmunya&#8221;</p>
<p>Begini kondisi, kasus dan solusinya</p>
<p>Kondisi :</p>
<p>Mail server Lotus Domino 6.  System email diinstal di drive c: sementara database email terinstall di drive yang lain dibuat seperti ini karena space yang di system C tidak mencukupi (diskspace full)</p>
<p>Kasus</p>
<p>- Console Domino Server berhenti mulai dari line pertama, muncul Cpuld Not the ID File , dan console langsung tertutup sendiri.</p>
<p>Solusi</p>
<p>- Buka notes.ini di system domino, biasanya terletak di c:/lotus/domino dan secara default database terletak di C:/lotus/domino/data</p>
<p>- Edit file notes.ini dengan merubah path Direktori dan diarahkan ke tempat database disimpan misal D:/lotus domino/data/ save dan restart console.</p>
<p>Ok, sekian cerita sabtu kelabu di kantor, tapi banyak juga hikmah yang didapat, Alhamdulillah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dandi.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dandi.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dandi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dandi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dandi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dandi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dandi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dandi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dandi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dandi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dandi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dandi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dandi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dandi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dandi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dandi.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dandi.wordpress.com&amp;blog=256278&amp;post=3&amp;subd=dandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dandi.wordpress.com/2007/12/15/terlambat-vs-tidak-sama-sekali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be1dd1c43cc523fd06fa3f88873e5453?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dundee</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
